Home » » cara pengendalian hama pada tanaman terong

cara pengendalian hama pada tanaman terong

Posted by pengendalian hama terpadu on Wednesday, November 18, 2015

       Cara Pengendalian Hama Dan Penyakit Pada Tanaman  Terong

terong


Cara Pengendalian Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Terong


Pengendalian Hama Pada Tanaman Terong

Kumbang Daun (Epilachna spp.)
Gejala serangan adalah adanya bekas gigitan pada permukaan daun terong sebelah bawah. Serangan kumbang daun yang berat akan dapat merusak semua jaringan daun sehingga tinggal tulang-tulang daunnya saja. Cara pengendalian hama kumbang daun dapat dilakukan dengan mengumpulkan dan memusnahkan kumbang, pengaturan waktu tanam, dan jika diperlukan penyemprotan dengan insektisida dapat dilakukan.
Kutu Daun (Aphis spp.)
Hama ini menyerang dengan cara mengisap cairan sel, terutama pada bagian pucuk atau daun-daun yang masih muda, akibatnya daun tidak normal, keriput atau keriting atau menggulung Aphis spp. sebagai vektor atau perantara virus. Cara pengendalian hama kutu daun dilakukan dengan mengatur waktu tanam dan pergiliran tanaman, jika populasi kutu daun banyak dapat menggunakan insektisida dengan tipe ‘racun kontak’, tetapi disarankan untuk menggunakan insektisida dengan tipe ’racun sistemik’. Jika ingin lebih aman, gunakan insektisida alami, misalnya menggunakan ekstrak bawang putih, karena aroma bawang putih tidak disukai oleh kutu daun, tetapi penyemprotan ke-2 dan selanjutnya tidak terlalu berpengaruh terhadap hama kutu daun.
Tungau (Tetranynichus spp.)
Serangan hebat biasanya terjadi pada musim kemarau. Tungau menyerang dengan cara menghisap cairan sel tanaman, sehingga menimbulkan gejala bintik-bintik merah sampai kecoklat-coklatan atau hitam pada permukaan daun sebelah atas ataupun bawah. Cara pengendalian hama tungau sama seperti pada pengendalian kutu daun, disarankan menggunakan insektisida dengan tipe ‘racun sistemik’.
Ulat Tanah (Agrotis ipsilon Hufn.)
Hama ulat tanah bersifat polifag, aktif senja atau malam hari. Hama tanaman terong ini menyerang dengan cara memotong titik tumbuh tanaman yang masih muda, sehingga terkulai dan roboh, pada siang hari ulat bersembunyi, sehingga sangat sulit menemukan ulat Agritus ipsilon pada siang hari. Cara pengendalian ulat tanah dilakukan dengan cara mengumpulkan dan memusnahkan ulat. Lakukan penyemprotan dengan insektisida pada sore hari (setelah jam 17.00) atau pagi hari (kurang dari jam 05.00), gunakan insektisida dengan tipe ‘racun perut’, jika menggunakan ‘racun kontak’ semprot pada malam hari ketika ulat mulai muncul, tetapi perlu dipertimbangkan penyemprotan pada malam hari akan terkendala oleh gelap.
Ulat Grayak (Spodoptera litura, F.)
Ulat grayak memiliki sifat polifag. Menyerang dengan cara merusak/memakan daun hingga berlubang-lubang. Cara pengendalian hama ulat grayak dilakukan dengan mengatur waktu tanam dan pergiliran tanaman, mengumpulkan ulat, dan jika perlu menggunakan insektisida.
Ulat Buah (Helicoverpa armigera Hubn.)
Hama ulat buah bersifat polifag, menyerang buah dengan cara menggigit dan melubanginya, sehingga bentuk buah tidak normal, dan mudah terserang penyakit busuk buah. Cara pengendalian ulat buah dapat dilakukan dengan mengumpulkan dan memusnahkan buah yang terserang, lakukan pergiliran tanaman dan waktu tanam, serta perhatikan dan perbaiki sanitasi kebun.

Pengendalian Penyakit Pada Tanaman Terong

Antraknose
Penyakit Antraknose pada tanaman terong disebabkan oleh serangan jamurGloesporium melongena. Gejala yang terlihat adalah timbulnya bercak-bercak berwarna coklat dengan titik-titik hitam yang melekuk dan bulat pada buah lalu membesar. Pengendalian serangan Antraknose dapat dilakukan dengan meng gunakan Fungisida.
Bercak Daun
Penyakit bercak daun disebabkan oleh adaya jamur Cercospora sp.Alternaria solani, dan Botrytis cinerea. Gejala serangan penyakit ini terlihat dari adanya bercak-bercak kelabu-kecoklatan atau hitam pada daun terong. Pengendalian bercak daun dapat dilakukan dengan meng gunakan Fungisida.
Busuk Buah
Busuk buah pada tanaman terong disebabkan oleh serangan jamur Phytophthora sp.,Phomopsis vexansPhytium sp. Gejala serangan terlihat dari adanya bercak-bercak coklat kebasahan pada buah sehingga buah busuk. Pengendalian busuk buah dapat dilakukan dengan meng gunakan Fungisida.
Busuk Leher Akar
Penyakit busuk leher akar disebabkan oleh Sclerotium rolfsii, dengan gejala pangkal batang membusuk dan berwarna coklat.
Layu Bakteri
Layu bakteri disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum yang mempunyai kemampuan hidup lama didalam tanah. Serangan hebat biasanya terjadi pada kondisi dengan temperature yang cukup tinggi. Gejala serangan terlihat dari terjadinya kelayuan seluruh tanaman secara mendadak. Sebenarnya serangan layu bakteri bersifat lokal, seperti terjadi pada pembuluh xylem/pembuluh angkut, tetapi karena menyerang pada akar atau leher akar maka pasokan air dan hara tanaman dari tanah ke daun menjadi terhambat sehingga gejala yang muncul adalah kelayuan yang bersifat sistemik. Pengendaliannya penyakit pada tanaman terong ini dapat dilakukan dengan mengatur jarak tanam, sehingga kelembabannya menjadi rendah. Lakukan pergiliran tanaman, jangan menanam tanaman yang berjenis Solanaceae seperti tomat, tembakau dan lain-lain, karena akan memperparah serangan. Gunakan Bakterisida apabila diperlukan.
Rebah Semai
Penyakit rebah semai disebabkan oleh jamur Rhizoctonia solani dan Pythium spp.Gejala serangan terlihat dari batang bibit muda kebasah-basahan, mengkerut dan akhirnya roboh dan mati. Cara pengendalian penyakit rebah semai dapat dilakukan dengan memilih bibit terong dengan varietas tahan jenis penyakit ini, mengatur jarak tanam dan pergiliran tanaman, perbaikan drainase, mengatur kelembaban dengan jarak tanam agak lebar, dan mencabut bibit yang terserang penyakit.
semoga bermanfaat

Thanks for reading & sharing pengendalian hama terpadu

Previous
« Prev Post

0 comments: